Outbound Flying Fox di Bawah Gunung Argopuro Probolinggo

Tips Permainan Flying Fox

posted in: Blog, Flying Fox, Outbound | 0

Tips Permainan Flying Fox. Flying Fox dianggap sebagai permainan yang juga memiliki tujuan untuk mengatasi ketegangan berlebih. Seseorang yang bermain flying fox bisa merasa lebih segar dan dapat dengan mudah melepaskan ketegangannya.


Baca Yuk :

Permainan ketinggian yang dilakukan dengan cara meluncur menggunakan tali atau sling ini meskipun juga berfungsi untuk menguji keberanian, namun memiliki tingkat keamanan yang sesuai standar sehingga siapapun yang memainkannya tidak perlu khawatir atau takut.

Tips Permainan Flying Fox

1. Istilah Flying Fox ?

Flying = terbang, Fox = Rubah, maka secara literal artinya adalah rubah terbang. Dinamakan demikian mungkin wajah dari kalong ini berbentuk seperti rubah. Lalu mengapa permainan ini dinamakan persis seperti hewan ini? Mengapa tidak nama burung lain seperti elang, merpati, atau yang lainnya?

Kemungkinan hal ini karena “rubah” yang satu ini bisa terbang sebab memiliki sayap. Maka seperti halnya “rubah” ini, kita pun manusia bisa terbang jika diberi alat bantunya untuk terbang. Namun perlu diingat bahwa hal ini hanyalah kemungkinan, maka ini hanya opini sendiri karena belum menemukan keterkaitannya.

2. Sejarah Flying Fox

Flying Fox adalah istilah yang digunakan dalam Bahasa Inggris Australia dan Selandia Baru. Namun di negara ini, flying fox mengacu pada peralatan zip line profesional, sehingga skalanya lebih besar dari sekedar untuk permainan anak-anak.

Di masa lalu, di pedalaman Australia, permainan ini digunakan untuk mengantarkan makanan, rokok, atau alat-alat lainnya kepada orang-orang yang bekerja di sisi lain dari sebuah “hambatan” yang menjadi penghalang antara si pengirim dan si penerima, misalnya seperti sungai yang besar.

Di beberapa negara, istilah permainan adventure ini berbeda-beda, seperti zip line, Sypline, aerial runway, aeiral ropeslide, death slide, atau foefie slide, dengan bentuk yang berbeda-beda pula. Untuk itu, permainan flying fox di Indonesia berarti diadaptasi dari yang berada di Australia.




3. Flying Fox = Outbound.

Flying Fox adalah permainan tantangan ketinggian yang terdiri dari pulley digantungkan ke wire atau kabel baja, kemudian ketika akan meluncur lebih dulu peserta dilengkapi helm, alat pengaman tubuh (full harnets/seat harnes) yang di kaitkan dengan katrol/pulley dan kemudian meluncur mengikuti wire/sling baja.

Permainan ini dipercaya bisa melatih keberanian dan ketegasan dalam mengambil keputusan, karena sekalipun sudah menggunakan alat pengamanan yang optimal peserta akan bertarung dulu dengan rasa takutnya sebelum akhirnya memutuskan untuk melompat.

Dalam sebuah kegiatan outbound, khususnya outbound untuk anak-anak sepertinya tidak lengkap bila di dalam rangakaian kegiatan outbound tersebut tidak ada permainan lying fox.

Permainan ini termasuk dalam kategori Adventure High Impact, sehingga dibutuhkan peralatan yang memadai, safety yang memadai dan juga operator maupun instruktur yang mempunyai pengalaman yang cukup untuk memandu permainan flying fox ini, karena keselamatan dan kenyamanan peserta sangat penting di dalam permainan ini.

4. Peralatan Permainan Flying Fox

Peralatan yang dibutuhkan untuk permainan flying fox ini adalah,

  1. Wire / Sling Baja (berfungsi sebagai medan meluncurnya pulley)
  2. Pulley / Katrol ( berfungsi sebagai roda untuk meluncur diatas sling baja, terbuat dari Baja Galvanis yang kuat, anti karat dan tahan lama)
  3. Carabiner (berfungsi untuk mengaitkan dari pulley ke harness. Carabiner sangat berperan untuk sistem keselamatan)
  4. Seat Harness/ Full Harness (berfungsi sebagai alat pengaman yang di pasang pada tubuh)
  5. Helm (berfungsi untuk melindungi kepala peserta yang bermain flying fox)
  6. Sarung Tangan (berfungsi untuk melindungi tangan peserta saat berpegangan kuat)
  7. Talo Karmantel (berfungsi untuk alat sistem pengeraman)

5. Tujuan Permainan Flying Fox

Tujuan permainan flying fox ini sebetulnya bermacam-macam, tergantung permainan itu digunakan sekedar bersenang-senang yang biasanya dilakukan saat rekreasi. Atau permainan itu menjadi sebuah tantangan dalam kegiatan outbound ?

Jika permainan flyingfox sebagai etape tantangan dalam kegiatan outbound, maka banyak sekali makna positif dari pengalaman tersebut, di antaranya :

  1. Melatih peserta untuk cepat mengambil keputusan
  2. Melatih kepercayaan terhadap penugasan
  3. Melatih keberanian dan keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri
  4. Merubah pola pikir / paradigma
  5. Memberi pengalaman baru pada peserta outbound



6. Hal – hal Yang Harus Diperhatikan :

  1. Keamanan instalasi harus di perhatikan, jangan demi menekan pengeluaran saat pembuatan instalasi, kemudian mengabaikan segi keselamatan, asal membuat wahana tanpa di dukung perhitungan dan pengalaman yang cukup. Resikonya adalah nyawa jika terjadi kesalahan teknis.
  2. Kemanan peralatan musti jadi perhatian khusus, termasuk cara merawat secara berkala sling baja, berkarat atau tidak, masih layak atau sudah harus diganti, kemudian merawat pulley, carabiner dan alat pendukung lainya.
  3. Keahilan instruktur/operator ini khusus tidak cukup hanya karena punya pengalaman pecinta alam atau pernah naik gunung saja kemudian menyatakan diri bisa mengoperasikan flying fox, harus di dukung dengan pembelajaran bahkan lebih di utamakan mendapat sertifikasi dari lembaga terkait.

Satu hal yang menjadi perhatian para trainer terhadap peserta flying fox adalah berat badan peserta. Untuk flying fox peserta dewasa, bisa dilakukan seorang diri. Sedangkan untuk anak-anak, apabila berat badan masih dibawah 25 kilogram, maka permainan harus dilakukan secara tandem bersama guru, orang tua pendamping atau fasilitator outbound. Ketentuan bagi peserta anak-anak itu penting untuk diperhatikan guna meminimalisir kemungkinan terjadinya hal yang tidak diinginkan seperti perasaan panik yang bisa saja terjadi pada anak-anak saat perlintasan.

Tips Permainan Flying Fox

Bentuk tanggung jawab seorang instruktur outbound khususnya trainer untuk permainan flying fox, tidak hanya saat permainan berlangsung. Sebelum dan sesudahnya, mereka juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan peralatan yang digunakan dalam kondisi baik dan aman digunakan. Sedikit saja terdapat masalah dalam peralatan akan membahayakan peserta dan kredibilitas penyedia wahana permainan itu pun menjadi taruhannya. Meski demikian, pengalaman yang memotivasi banyak orang agar memiliki keberanian dan mengalahkan rasa takut juga tak kalah berharga bagi para instruktur.   

 

Baca Yuk :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *