perkebunan_teh_malabar_pangalengan_bandung_1

Wisata Pangalengan Perkebunan Teh Malabar Kabupaten Bandung

Wisata pangelengan Perkebunan Teh Malabar adalah salah satu perkebunan yang ada di Pangalengan. Perkebunannya sangat luas dan dingin. Kita bisa ajak keluarga jalan-jalan sepanjang perkebunan. Perkebunan Teh Malabar adalah salah satu perkebunan teh yang populer di Indonesia. Selain merupakan perkebunan teh paling besar ketiga di dunia, Perkebunan Teh Malabar juga sangat terkenal di kalangan wisatawan. Bahkan banyak orang yang memiliki rencana dan harapan dapat berlibur ke sana segera mungkin. Apakah anda termasuk di antaranya?

Wisata Pangalengan Perkebunan Teh Malabar

Perkebunan Teh Malabar yang luasnya sekitar 2.022 hektare, terletak di daerah Pangalengan Kabupaten Bandung Jawa Barat. Perkebunan Teh Malabar di Pangalengan Bandung bisa jadi alternatif wisata bagi traveler penggemar teh. Begini tempatnya.



Perkebunan Teh Malabar yang terletak di daerah Pangalengan Kabupaten Bandung memang menyimpan sejarah istimewa dibandingkan perkebunan-perkebunan teh lainnya di Indonesia. Tuan Bosscha yang dianggap sebagai pendiri perkebunan menjadi sosok penting yang akan selalu dikenang. Selain alamnya yang asri, udara yang bersih dan segar, serta hamparan pohon-pohon teh yang berbaris rapi, menjadi daya tarik tersendiri untuk para wisatawan.

Perkebunan ini yang berkembang pesat saat dikelola oleh Karel Albert Robert Bosscha sejak tahun 1896. Karel Albert Robert Bosscha datang ke Indonesia pada tahun 1887 sebagai seorang penjajah yang bertugas menjadi administratur di perkebunan teh di Bandung ini. selain merupakan pengelola perkebunan teh yang masyhur, ia merupakan pendiri Technische Hogeschool atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama Institut Teknologi Bandung (ITB).

Perkebunan teh Malabar juga dijadikan sebagai wisata alam yang sarat akan nilai sejarah. Banyak kisah yang patut diabadikan lewat perkebunan ini. Zaman kolonial yang sangat mengecam rakyat, terjadi pula di tengah hamparan hijau Malabar ini. Di mana rakyat dan petani kecil hanya menanam dan diberi upah yang kecil. Bahkan tak jarang jika pulang dengan tangan kosong. Hasil dari perkebunan dijual ke Eropa dengan keuntungan yang diraup bagi pihak Hindia Belanda sendiri. Sebagian lagi hasilnya diangkut ke negara asal penjajah untuk rakyat Belanda.

Untuk mencapai Wisata pangelengan Perkebunan Teh Malabar, dari arah pasar Pangalengan ambil jalan terus sekitar 10 km. Setelah itu kita akan masuk pintu gerbang perkebunan Malabar. Untuk masuk, biasanya bayar rp 2.000 rupiah/mobil.



Anda bisa keliling dengan mobil menjelajahi kebun teh yang indah. Selain itu juga bisa wisata ke pabrik Wisata pangelengan Perkebunan Teh Malabar yang sudah sangat tua. Konon di tempat ini ilmuan Belanda, Junghun dan Boscha tinggal. Kedua ilmuan Belanda tersebut dikuburkan di Malabar, baik Junghun maupun Boscha. Anda bisa melihat makamnya.

Sebagaimana diketahui, kualitas teh yang dihasilkan perkebunan teh Malabar dan Kertamanah merupakan kualitas nomor wahid, sehingga hasilnya diekspor keluar negeri. Wajar jika Belanda saat itu begitu getol melakukan penanaman teh secara besar-besaran di area Pangalengan.



Kalau sore hari seringkali kabut dingin turun, jika ingin menikmati maksimal pemandangan nan indah di Pangalengan alangkah baiknya dilakukan pada pagi dan siang hari.

Nikmati wisata Pangalengan perkebunan teh Malabar bersama kerabat atau keluarga Anda. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*